Monday, September 26, 2011

Dahlan Iskan Ancam Pindah Kantor ke NTT

Senin, 26 September 2011, 02:49:00
Dahlan Iskan Ancam Pindah Kantor ke NTT
Demi Pastikan Proyek PLTPB Tepat Waktu


RUTENG - Bila sampai 11 November 2011 pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) di Ulumbu, Manggarai, NTT, belum juga rampung, Dirut PLN Dahlan Iskan mengancam pindah ruang kerja ke Ruteng, Nusa Tenggara Timur. Dia akan memimpin langsung pembangunan pembangkit yang dimulai pada 2007, tapi tidak kunjung rampung tersebut.

"Kalau belum juga ada tanda-tanda selesai, kantor saya akan dipindahkan ke Ruteng, NTT, sana. Yang butuh tanda tangan, silakan datang ke Ruteng," ancam orang nomor satu di PLN ini serius.

Itu bukan sekadar gertak sambal. Dia meminta disiapkan rumah kontrakan selama tiga bulan untuk ngantor di Ruteng. Ancaman Dirut PLN itu ternyata membuat kelabakan anak buahnya di lapangan, yang sedang membangun pembangkit berkapasitas kecil, tapi sangat dinantikan oleh masyarakat itu.

Setelah empat tahun mangkrak, akhirnya proyek pembangunan PLTPB Ulumbu, Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Manggarai, rampung juga. Meski baru mencapai delapan puluh persen, PLN yang didukung kontraktornya, PT Dua Daya Sakti, optimistis proyek tersebut bisa diselesaikan pada 11 November 2011 ini.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya," ujar Hakin Nawawi, GM PLN UIP Kitring Nusa Tenggara.

Tampaknya, gubernur sudah tidak sabar lagi menunggu beroperasinya pembangkit yang menggunakan kekayaan alam NTT itu. Sebab, proyek ini dimulai sejak 2007. Bahkan, pengeboran panas bumi di Ulumbu, sebuah lembah dengan ketinggian 680 meter dari permukaan air laut, 30 km arah selatan Kota Ruteng, ini dilakukan sekitar 12 tahun silam.

Mesin pembangkit yang didatangkan dari Tiongkok dua setengah tahun lalu sudah menumpuk di lapangan Wewo, Kecamatan Matar Mese, sekitar dua kilometer dari lokasi. Tapi, pengerjaannya baru dilakukan pada Februari 2010. Itu pun setelah proyek diambil alih dari perusahaan yang ditunjuk untuk menangani sebelumnya.

Proyek yang menghasilkan listrik 2 x 2,5 MW dengan biaya pembangunan Rp 173,77 miliar itu diperuntukkan masyarakat Manggarai. Sebab, hingga saat ini masih terdapat 8.000 calon pelanggan yang tercatat dalam daftar tunggu di PLN Ruteng, ibu kota Manggarai.

Dengan dioperasikannya pembangkit baru tersebut, PLN Manggarai bisa menghemat Rp 400 juta lebih setiap tahun. Sebab, dengan beban puncak 5 MW, Ruteng mengoperasikan 12 unit PLTD. Lima unit sewa dan sisanya milik sendiri.

Untuk mengejar waktu tersebut, dalam beberapa hari terakhir para pekerja mulai lembur. Mereka bekerja siang dan malam untuk mengejar waktu yang ditargetkan itu.

Mesin pembangkit pun mulai dipasang. Begitu juga pekerjaan sipil hampir rampung. "Untuk mengejar waktu, kami perbanyak pekerja, termasuk penduduk lokal," kata GM Unit Pembangunan Pembangkit dan Jaringan (UIP Kitring) Nusa Tenggara Hakin Nawawi. Dia sudah dua hari mengawasi langsung proyek tersebut.

Ceritanya, gubernur NTT meminta Dirut PLN Dahlan Iskan agar, kalau bisa, proyek yang mangkrak sejak 2007 dan baru digarap lagi ketika Dahlan Iskan menjadi Dirut itu, selesai tepat pada angka 11, yaitu tanggal 11 bulan 11, dan tahun 2011. Bila perlu jam 11. Dahlan pun menyambut baik tantangan tersebut. Dia berjanji menyelesaikan proyek itu sesuai permintaan orang nomor satu di NTT tersebut.

Semula mantan orang nomor satu di Jawa Pos Group itu ingin menghadiahkan pembangkit itu pada hari Natal 2011 buat masyarakat Manggarai. Melihat gelagat proyek bakal meleset dari rencana semula, Dahlan mengancam pindah kantor ke Ulumbu selama tiga bulan bila kontraktor tidak bisa menyelesaikannya. Sebab, sesuai dengan kontrak, proyek ini seharusnya beroperasi pada Juli 2010.

"Saya sudah berjanji, kalau jadwal yang ditentukan itu belum juga rampung, ruang kerja akan saya pindahkan tiga bulan di Ulumbu sana. Saya serius, dan ini janji saya," kata Dahlan dengan ekspresi tanpa senyum. (din/jpnn/c2/lk)

No comments:

Post a Comment