Tuesday, May 1, 2012

Dahlan: Keterlaluan, BUMN Pakai Outsourcing

Selasa, 1 Mei 2012, 13:38
Dahlan: Keterlaluan, BUMN Pakai Outsourcing
Menurut Dahlan, penggunaan tenaga outsourcing dapat menimbulkan rasa ketidakadilan.

Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menilai penggunaan tenaga outsourcing untuk mengerjakan tugas utama BUMN dapat membuat isu ketidakadilan dan malas bagi karyawan tetap.

Outsourcing atau alih daya merupakan proses pemindahan tanggung jawab tenaga kerja dari perusahaan induk ke perusahaan lain di luar perusahaan induk. Perusahaan di luar perusahaan induk bisa berupa vendor, koperasi, atau instansi lain yang diatur dalam suatu kesepakatan tertentu.

Dahlan mengatakan, secara pribadi, penggunaan tenaga outsourcing untuk tugas pokok sudah keterlaluan, karena BUMN dikenal memiliki jumlah karyawan yang banyak.

Selain menimbulkan kemalasan di pegawai BUMN, dia melanjutkan, penggunaan tenaga outsourcing dapat menimbulkan rasa ketidakadilan. "Ada perasaan ketidakadilan, karena pekerjaan yang dikerjakan outsourcing itu juga pekerjaan utama pegawai BUMN tetap," kata Dahlan di Jakarta, Selasa 1 Mei 2012.

Dahlan menambahkan, isu ketidakadilan muncul ketika pegawai outsourcing mengerjakan tugas pokok pegawai tetap, namun dengan gaji yang berbeda. Menurut pendapat pribadinya, pekerjaan utama sebuah perusahaan tidak boleh menggunakan outsourcing. "Nanti keenakan pegawainya, jadi malas tapi gaji besar," ujar Dahlan.

Lantas, apakah Dahlan akan menghapuskan sistem outsourcing dalam perusahaan BUMN? "Tanya dirutnya, saya ikut aturan pemerintah saja," kata Dahlan singkat. (art)

No comments:

Post a Comment