Tuesday, December 11, 2012

Ini Strategi Dahlan Iskan Cegah Kongkalikong di BUMN

Selasa, 11/12/2012 12:28 WIB
Ini Strategi Dahlan Iskan Cegah 'Kongkalikong' di BUMN
Feby Dwi Sutianto - detikfinance

Jakarta - Kementerian BUMN saat ini serius melakukan bersih-bersih dari praktik kongkalikong atau kolusi, serta penyimpangan di perusahaan plat merah dan juga di internal Kementerian.

Apa saja yang dilakukan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membersihkan atau mencegah praktek kongkalikong di BUMN?

Ketua Biro Hukum Kementerian BUMN Hambra menjelaskan, di bawah koordinasi dan arahan Menteri BUMN Dahlan Iskan, saat ini untuk proses seleksi direksi BUMN dilakukan sangat ketat yakni dengan menggandeng lembaga independen.

"Peraturan seleksi direksi bumn sangat ketat, saat ini tim fit and proper kita seleksi, yang selama ini bisa melakukan fit and proper, ada 11-12 lembaga yang kita akui," tutur Hambra saat diskusi anti korupsi di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Selain rencana menggandeng Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mengawasi tender-tender BUMN, Kementerian BUMN juga akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membahas tentang perbedaan risiko bisnis.

Menurut Hambra, selama ini risiko bisnis menjadi momok bagi para petinggi perusahaan plat merah dalam melakukan aksi korporasi bahkan bisa menjerumuskan sang direksi ke meja hijau.

"Di awal 2013, bicara dengan BPKP, kita rumuskan risiko bisnis dan bukan risiko bisnis,"tambahnya.

Selain itu, Hambra menjelaskan, Kementerian BUMN akan melakukan audit dua sisi, yakni saat BUMN melakukan sinergi antar BUMN atau melibatkan swasta.

"Mendorong sinergi antar BUMN, ini adalah bagian memberantas penyimpangan, andai pihak mitra diaudit bisa ditemukan kalau BUMN sulit. Di sini diaduit, di sana diaudit, saat ini memang masih belum baik," tambahnya.

Terakhir, untuk internal kementerian, Hambra menyebut langkah yang diambil adalah pejabat-pejabat yang ditunjuk dan dilantik oleh Dahlan harus memiliki integritas dan muda.

"Pejabat yang diangkat muda dan berintegritas, saya melihat keinginan berbenah diri ada. Sikap pejabat Kementerian BUMN yang dulu dan sekarang berbeda," cetusnya.

(feb/dnl)

No comments:

Post a Comment