Showing posts with label Catatan Dahlan Iskan dari Tiongkok. Show all posts
Showing posts with label Catatan Dahlan Iskan dari Tiongkok. Show all posts

Monday, July 25, 2011

Kecelakaan Kereta Cepat yang Mendebarkan

Senin, 25 Juli 2011 | 08:52 WIB
Kecelakaan Kereta Cepat yang Mendebarkan

BERITA terjadinya tabrakan kereta cepat di Tiongkok, Sabtu malam (23/7) waktu setempat, tentu mengejutkan saya. Apalagi kecelakaan yang menewaskan 35 orang dan melukai 200 orang lebih itu terjadi hanya satu minggu setelah saya mencoba menggunakan kereta cepat yang baru di sana saat bepergian dari Beijing ke Shanghai.

Saturday, July 23, 2011

Kecepatan Kereta Cepat yang Amat Cepat

Sabtu, 23 Juli 2011, 08:12:00
Kecepatan Kereta Cepat yang Amat Cepat

TENTU saya mencoba ini: naik kereta cepat jurusan Beijing -Shanghai yang masih kinyis-kinyis. Saya memang sudah mengaguminya sejak kereta ini direncanakan. Waktu itu, sambil berbaring di rumah sakit menunggu dilaksanakannya operasi ganti hati, saya bertekad, kalau saja diberi kesehatan dan umur panjang, saya akan mencoba kereta ini.

Friday, October 16, 2009

Saatnya Menarik Turis Tiongkok ke Indonesia

Jum’at, 16 Oktober 2009
Saatnya Menarik Turis Tiongkok ke Indonesia
Pesatnya Perkembangan Turisme Kota Beijing (2)

Tiongkok berhasil memajukan Beijing menjadi serba modern. Tapi, untuk urusan wisata alam, Indonesia tak kalah menariknya. Inilah yang membuat warga Tiongkok bernafsu untuk melancong ke Indonesia. Garuda menangkap kondisi ini dengan akan meningkatkan frekuensi penerbangan Jakarta-Shanghai dan Jakarta-Beijing menjadi setiap hari.

Thursday, October 15, 2009

Kalahkan Singapura, Kehidupan Malam seperti New York

Kamis, 15 Oktober 2009
Kalahkan Singapura, Kehidupan Malam seperti New York
Pesatnya Perkembangan Turisme Kota Beijing (1)

Pembenahan kota Beijing yang gila-gilaan dalam lima tahun terakhir, telah membuat kota ini sangat modern, bersih, dan begitu cantik. Beijing-lah kota paling elegan di Tiongkok. Turisme-kota di Asia yang selama ini hanya disimbolkan oleh Singapura, segera diambil alih Beijing. Berikut Dahlan Iskan yang baru mengikuti World Media Summit (WMS) 2009 di Great Hall of the People, Beijing.

Tuesday, October 13, 2009

Catatan dari World Media Summit di Beijing

Selasa, 13 Oktober 2009 , 22:56:00
Catatan dari World Media Summit di Beijing
Harta Utama yang Diserahkan secara Cuma-Cuma


"Ketika berada di tengah-tengah kesulitan yang berat, jangan sekali-kali melupakan kemampuan diri sendiri".

Friday, October 2, 2009

Nuansa Bunga, Warna Militer Berkurang

Jum'at, 02 Oktober 2009 , 09:28:00
Nuansa Bunga, Warna Militer Berkurang
Tiongkok 60 Tahun (2)

Ketika bangun pagi kemarin, yang pertama saya perhatikan adalah langit. Benarkah cuaca buruk yang sudah melanda Beijing lima hari terakhir bisa dibuat cerah untuk perayaan Hari Kemerdekaan Ke-60 Tiongkok" Langit masih gelap. Baru pukul 4 pagi.Selama di Beijing delegasi media dari lebih 100 negara ini memang selalu kesulitan memotret. Kabut membuat jarak pandang sangat pendek. Setiap mengambil foto, latar belakangnya selalu hanya kabut. Bangunan berjarak 200 meter pun tidak tampak. Tak ayal bila kemarin pagi para wartawan pun mempertanyakan keberhasilan rencana pemerintah Tiongkok dalam membersihkan langit Beijing dengan cara mengerahkan pesawat pembersih cuaca.

Thursday, October 1, 2009

Kabut dan Kembang api

Kamis, 01 Oktober 2009 , 11:33:00
Kabut dan Kembang api
Tiongkok 60 Tahun (1)

Cuaca pun harus diubah kalau Beijing sedang punya hajat besar, seperti yang terjadi pada 1 Oktober pagi ini. Di Beijing perayaan 60 tahun kemerdekaan Tiongkok diperingati secara khusus bukan hanya karena angka 60 itu. Angka 60 tahun memang istimewa dalam kehidupan orang Tionghoa. Sebab, dalam sistem kalender Tiongkok 60 tahun adalah waktu yang sempurna untuk mencapai tepat satu putaran kalender. Keistimewaan yang lain adalah: tahun ini bertepatan dengan peringatan 30 tahun modernisasi.

Tuesday, April 14, 2009

Bimbang Tentukan Siapa Yang Tanda Tangan Teratas

Selasa, 14 April 2009 , 06:42:00
Bimbang Tentukan Siapa Yang Tanda Tangan Teratas
Ke Xiao Gang, Desa Pelopor Kemakmuran Petani Tiongkok (3-Habis)

Saat membuat kesepakatan rahasia, 18 petani di desa amat miskin itu siap menerima risiko, termasuk dihukum mati. Apa kaitan ide maju mereka dengan posisi pemimpin pusat, Deng Xiaoping? Berikut catatan terakhir Chairman/CEO Jawa Pos Dahlan Iskan.

Monday, April 13, 2009

Mati Bersekongkol Lebih Baik daripada Mati Lapar

Senin, 13 April 2009 , 06:45:00
Mati Bersekongkol Lebih Baik daripada Mati Lapar
Ke Xiao Gang, Desa Pelopor Kemakmuran Petani Tiongkok (2)

Kemiskinan yang berkarat mendorong 18 petani di Desa Xiao Gang berani melawan sistem pertanian komunis. Perlawanannya sangat cerdik lewat istilah yang dirumuskan dengan cermat. Berikut catatan lanjutan Chairman/CEO Jawa Pos Dahlan Iskan dari hasil kunjungannya ke sana.

Sunday, April 12, 2009

Bisnis GPS Ambil Alih Tugas Joki Pemandu Tol

Minggu, 12 April 2009 , 06:15:00
Bisnis GPS Ambil Alih Tugas Joki Pemandu Tol
Ke Xiao Gang, Desa Pelopor Kemakmuran Petani Tiongkok (1)

Setelah 30 tahun berlalu, Xiao Gang, desa tempat lahir reformasi pedesaan yang mengubah sejarah Tiongkok, termasuk belasan petani penggagasnya, masih menjadi inspirator pesatnya kemajuan petani dan modernisasi pertanian di Tiongkok. Inilah catatan Chairman/CEO Jawa Pos DAHLAN ISKAN yang baru kembali dari sana.

Wednesday, March 4, 2009

Satu Kecamatan Pasok Sepertiga Alat Listrik Nasional

Rabu, 04 Maret 2009
Satu Kecamatan Pasok Sepertiga Alat Listrik Nasional
Sistem Keuangan Bawah Tanah yang Khas Wenzhou (3-Habis)

BERBEDA dengan di wilayah Dongguan (antara Guangzhou dan Shenzhen), di Wenzhou dan sekitarnya pertumbuhan usaha kecil dan menengah sangat khas: tiap kecamatan seperti punya jenis industri sendiri. Itu bukan karena ditentukan pemerintah, tapi terjadi secara mekanisme pasar oleh inisiatif lokal.

Tuesday, March 3, 2009

Banyak Bunuh Diri, Suku Bunga Makin Tinggi

Selasa, 03 Maret 2009
Banyak Bunuh Diri, Suku Bunga Makin Tinggi
Dahlan Iskan : Sistem Keuangan Bawah Tanah yang Khas Wenzhou (2)

Wenzhou dan sekitarnya memang sangat menarik bagi saya. Wilayah ini sering saya sebut sebagai contoh berkembangnya sistem ”paling kapitalis” dalam sebuah negara komunis. Saya selalu mengamati bagaimana musuh komunisme itu bisa hidup makmur di negara komunis.

Monday, March 2, 2009

Rumah Gadai dan Rentenir Topang Usaha Kecil

Senin, 02 Maret 2009
Rumah Gadai dan Rentenir Topang Usaha Kecil
Sistem Keuangan Bawah Tanah yang Khas Wenzhou (1)

Bersama beberapa manajernya, Dahlan Iskan kini berada di Tiongkok dan melakukan perjalanan darat dari Shanghai-Qingdao-Qufu-Jinan-Tianjin. Berikut ini catatannya mengenai sistem keuangan bawah tanah di Wenzhou:

Tuesday, June 26, 2007

Si Wanita Pedang yang Diserbu Jurus Serangan Pajak

26 Juni 2007
Si Wanita Pedang yang Diserbu Jurus Serangan Pajak
Sisi Susah Dua Perusahaan yang Sangat Sukses di Tiongkok (2)

Untuk memiliki rumah yang lagi ditawarkan di Shanghai ini, Anda harus punya uang sedikitnya Rp 40 miliar. Dan kalau itu satu-satunya uang Anda, maka ketika tinggal di rumah baru yang mewah itu nanti, Anda hanya akan bisa makan mi rebus seumur hidup Anda. Sebab, harga rumah yang ditawarkan tersebut Rp 39 miliar. Belum biaya lain-lain. Dari mana lagi Anda bisa membeli makanan yang lebih mahal daripada mi rebus?

Monday, June 25, 2007

Wahaha Berhenti Hahaha karena Partner Raksasa

25 Juni 2007
Wahaha Berhenti Hahaha karena Partner Raksasa
Sisi Susah Dua Perusahaan yang Sangat Sukses di Tiongkok (1)

Tiongkok,- Wahaha dalam bahasa Mandarin tidak ada artinya. Itu adalah suara anak-anak yang sedang tertawa terbahak-bahak. Kata itulah yang dipakai Zong Qinghou untuk merek minuman anak-anak, ketika pada 1980-an Zong mulai merintis usaha kecil-kecilan.

Saturday, June 9, 2007

Patung Mao seperti Menonton TV Layar Lebar

9 Juni 2007
Patung Mao seperti Menonton TV Layar Lebar
Berkelana ke Dandong, “Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (3)

Beda dengan kota perbatasan Tiongkok umumnya, Dandong tak punya ciri khas pengaruh dari negeri tetangganya. Ekonominya pun sepenuhnya mengandalkan dari domestik. Bukan dari hubungan lintas batas dengan Korut yang miskin.Sungai Yalu yang memisahkan kota Dandong (Tiongkok) dan Sinuiju (Korea Utara), sebenarnya panjang sekali: 210 kilometer. Tapi, hanya di dekat Dandong ini yang lebarnya sampai 900 meter. Mirip Sungai Mahakam di Samarinda. Atau Kapuas di Pontianak. Atau sungai Musi di Palembang. Atau Barito di Banjarmasin. Ya, segitulah lebarnya.

Friday, June 8, 2007

Sinuiju Tak Kunjung Berubah Jadi Shenzhen Kedua

08 Juni 2007
Sinuiju Tak Kunjung Berubah Jadi Shenzhen Kedua
Berkelana ke Dandong, “Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (2)

Hanya dipisahkan Sungai Yalu, perbedaan kota Dandong di Tiongkok dan Sinuiju di Korea Utara seperti bumi dan langit. Mengapa negeri yang dipimpin Kim Jong-il itu belum berhasil menerapkan komunisme tiga kaki seperti yang dilakukan Tiongkok?

Thursday, June 7, 2007

Naik Mobil Omprengan, Tak Pernah Nyalip dan Disalip

7 Juni 2007
Naik Mobil Omprengan, Tak Pernah Nyalip dan Disalip
Berkelana ke Dandong, ’’Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (1)

Jaringan jalan tol di Tiongkok sudah meluas sampai ke pelosok. Bahkan, untuk menuju ke kota di ujung timur yang berbatasan dengan Korea Utara, perjalanan darat lewat jalan bebas hambatan pun terasa nyaman.

Sunday, May 27, 2007

Dulu Dikenal karena Nama, Kini Terkenal karena Kaya

27 Mei 2007
Dulu Dikenal karena Nama, Kini Terkenal karena Kaya
Kisah Debu Menuju Kota Seratus Juta Yuan (2-Habis)

Tiongkok,- Bukan hanya debu yang mengembara dari Ningxia. Orang-orangnya juga “mengalir” ke mana-mana. Meski jumlah total orang Hui hanya sembilan juta, komunitasnya ada di kota mana pun di Tiongkok.

Saturday, May 26, 2007

Tertutup Lumpur, Kota Kaifeng Sekarang Lapis Tiga

26 Mei 2007
Tertutup Lumpur, Kota Kaifeng Sekarang Lapis Tiga
Kisah Debu Menuju Kota Seratus Juta Yuan (1)

Tiongkok,- Debu bisa terbang ke mana-mana, ikut pergi ke mana pun angin membawa. Debu juga bisa membawa perubahan, memberi makna di balik penderitaan.