Monday, September 10, 2007

Esofagus Ditambal atau Bilang Saja Pencernaan Dilaminating

September 10, 2007
Esofagus Ditambal atau Bilang Saja Pencernaan Dilaminating
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (16)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KETIKA kartu suara pemilihan wali kota Surabaya dihitung, dokter RS Darmo Surabaya juga mulai melihat dari mana asal darah yang saya muntahkan. Saya dibius. Tenggorokan saya dimasuki alat yang ujungnya berkamera superkecil. Tindakan ini dalam istilah kedokteran disebut dengan endoskopi. Yang mengendoskopi saya ketika di RS Darmo Surabaya saat itu adalah dr Pangestu Adi SpPD-KGEH, yang sudah sangat ahli dan senior di bidang itu.

Sunday, September 9, 2007

Setelah Rutin Disuntik, Menyangka Hepatitis Sudah Beres

9 September 2007
Setelah Rutin Disuntik, Menyangka Hepatitis Sudah Beres
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (15)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA menerima kehadiran virus hepatitis B di liver saya sebagai takdir. Kalau kemudian berkembang menjadi sirosis dan kanker, itu sebagai sunnatullah-Nya -sudah seharusnya begitu. Jangan harap satu virus hepatitis B tidak akan menjadi sirosis. Dan, jangan ada harapan sirosis tidak akan jadi kanker. Tidak ada keajaiban di proses itu. Tidak ada mukjizat. Tinggal waktu saja yang berbeda. Proses perkembangan itu lama atau cepat.

Saturday, September 8, 2007

Tersenyum ketika Dioperasi seperti Menikmati Kemiskinan

8 September 2007
Tersenyum ketika Dioperasi seperti Menikmati Kemiskinan
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (14)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

JELASLAH bahwa karena kemiskinan dan kejumudan yang melatarbelakangi, saya menderita sakit liver. Apakah saya menyesali dilahirkan di keluarga miskin? Sama sekali tidak. Kemiskinan kami adalah kemiskinan struktural. Kemiskinan yang juga dialami banyak orang di lingkungan saya. Bahkan hampir di semua kampung saya. Di kapupaten saya. Juga di negara saya. Kemiskinan rame-rame. Kami bisa menikmatinya bersama-sama.

Friday, September 7, 2007

Boleh Tak Mengaku, 25 Juta Orang Menghadapi seperti Saya

7 September 2007
Boleh Tak Mengaku, 25 Juta Orang Menghadapi seperti Saya
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (13)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

MENGAPA saya harus menjalani transplantasi liver?
“Karena sudah ada kanker di liver saya dan sudah mulai menyebar ke beberapa tempat meski semuanya masih di dalam liver.”

Thursday, September 6, 2007

Perawat Sekaligus Menjadi Polisi Penjaga Virus

6 September 2007
Perawat Sekaligus Menjadi Polisi Penjaga Virus
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (12)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KELUAR dari ICU tidak berarti merdeka. Justru harus lebih hati-hati. Ini karena ruang biasa tidak dilengkapi peralatan monitor yang serbaotomatis. Padahal, terlalu banyak kasus kegagalan transplantasi liver terjadi justru pada minggu pertama setelah keluar dari ICU. Yakni, ketika pasien terkena infeksi.

Wednesday, September 5, 2007

Mulai Berdiri, Bergurau soal Liver, Dimarahi Saudara di Desa

5 September 2007
Mulai Berdiri, Bergurau soal Liver, Dimarahi Saudara di Desa
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (11)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

JANGAN begini. Jangan begitu. Banyak sekali peringatan yang disampaikan kepada kami sebelum pertama saya turun dari tempat tidur. Itu hari kelima setelah operasi atau hari kedua setelah keluar dari ICU. Misalnya, jangan sampai langsung berdiri. Bisa tiba-tiba pusing dan jatuh.

Tuesday, September 4, 2007

Meski Keluar ICU, Jangan Anggap Sudah Merdeka

4 September 2007
Meski Keluar ICU, Jangan Anggap Sudah Merdeka
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (10)
Oleh:  Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SEPANJANG sore sampai malam (hari kedua di ICU), perut saya mulai merasa kembung. Sangat tidak enak. Oh, rupanya saya belum bisa buang air besar. Juga belum bisa buang angin. Ini saya sadari setelah beberapa kali perawat menanyakan soal yang kelihatannya sepele itu. Makanya perut seperti penuh sekali. Penuhnya bukan hanya di perut, tapi seperti sampai dada. Sepanjang malam saya tidak bisa tidur.

Monday, September 3, 2007

Kesadaran Pulih, tapi Saya Tak Mampu Sujud Syukur

3 September 2007
Kesadaran Pulih, tapi Saya Tak Mampu Sujud Syukur
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (9)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA memperoleh kesadaran penuh pada malam kedua di ICU. Di tengah malam yang sepi itu, tiba-tiba pikiran saya jernih sekali. Suara tat-tit-tat-tit mesin yang memonitor organ-organ tubuh saya terdengar kian jelas. “Saya benar-benar masih hidup,” kata hati saya. “Alhamdulillah. Puji Tuhan,” batin saya lagi.

Sunday, September 2, 2007

Sempat Berpikir Lebih Baik Mati daripada Melanjutkan Kemo

2 September 2007
Sempat Berpikir Lebih Baik Mati daripada Melanjutkan Kemo
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (8)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KALAU saya sangat tahan menerima penderitaan selama di ICU, bukan saya jagoan dalam menerima rasa sakit. Bukan. Saya pernah mengalami rasa sakit sampai tidak tahan lagi menanggungkannya. Saya pernah mengalami rasa sakit yang “sampai nggak bisa dirasakan”. Yakni, ketika setahun lalu harus menjalani kemoterapi. Waktu itu diketahui (lewat scanner) bahwa di liver saya sudah ada kankernya. Lalu kanker itu dicoba dibunuh dengan cara di-TACE. Lalu dikemo. (Kelak akan saya jelaskan apa itu di-TACE).

Saturday, September 1, 2007

Tahan Tak Bergerak 24 Jam di ICU karena Terbiasa 12 Jam di Jawa Pos

1 September 2007
Tahan Tak Bergerak 24 Jam di ICU karena Terbiasa 12 Jam di Jawa Pos
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (7)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SATU jam setelah sadar, saya melihat anak lelaki dan istri saya mendekat. Oh, ini jam besuk ke ICU. Memang hanya dua orang dari pihak keluarga yang boleh masuk ICU. Kecuali orang asing yang memerlukan penerjemah, maka ditambah satu penerjemah.