Thursday, September 13, 2007

Waktunya Tiba, ketika Menggigit Pisang Berlumur Darah

September 13, 2007
Waktunya Tiba, ketika Menggigit Pisang Berlumur Darah
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (19)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SETUJUKAH dokter Singapura dengan pendapat Prof Shao dari Tianjin, Tiongkok, tentang rencana pemotongan limpa saya?

“Kalau tujuannya untuk menaikkan platelet, memang OK,” katanya. Dia juga setuju kalau sampai platelet turun terus, ketahanan tubuh saya kian habis dan saya akan mengalami perdarahan dari setiap lubang yang saya miliki. Ini juga sama dengan penjelasan Prof Shao. Waktu itu saya juga tanya ke Prof Shao: Pada angka berapa perdarahan itu akan terjadi? Katakanlah platelet saya (yang seharusnya minimal 150) sekarang tinggal 60. Dan masih akan turun terus.

Wednesday, September 12, 2007

Dokter Menegur Iba, Ingat Nasib Ayahnya yang Redaktur

September 12, 2007
Dokter Menegur Iba, Ingat Nasib Ayahnya yang Redaktur
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (18)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

BUKAN. Bukan bodoh. Semua penjelasan Prof Shao mengenai bahayanya penyakit saya, saya mengerti sepenuhnya. Terang-benderang penjelasannya. Saya pasti tidak bodoh. Hanya saya sadari, saya agak ndablek. Dan dia tahu perilaku saya itu. Dia tahu keras kepala saya, sembrono saya.

Tuesday, September 11, 2007

Dokter Mengetuk Dada, Timbul Bunyi seperti Tong Kosong

September 11, 2007
Dokter Mengetuk Dada, Timbul Bunyi seperti Tong Kosong
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (17)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA pernah membenci kaus kaki. Setiap pulang dari bepergian, selalu saja kaki saya seperti balon panjang yang ditiup tidak sempurna. Besar atas bawahnya, dekok di tengahnya. Ini terjadi karena karet di kaus kaki tersebut menekan kaki saya. Karena yang dijepit adalah daging kaki yang bengkak, maka tidak gampang baliknya.

Monday, September 10, 2007

Esofagus Ditambal atau Bilang Saja Pencernaan Dilaminating

September 10, 2007
Esofagus Ditambal atau Bilang Saja Pencernaan Dilaminating
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (16)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KETIKA kartu suara pemilihan wali kota Surabaya dihitung, dokter RS Darmo Surabaya juga mulai melihat dari mana asal darah yang saya muntahkan. Saya dibius. Tenggorokan saya dimasuki alat yang ujungnya berkamera superkecil. Tindakan ini dalam istilah kedokteran disebut dengan endoskopi. Yang mengendoskopi saya ketika di RS Darmo Surabaya saat itu adalah dr Pangestu Adi SpPD-KGEH, yang sudah sangat ahli dan senior di bidang itu.

Sunday, September 9, 2007

Setelah Rutin Disuntik, Menyangka Hepatitis Sudah Beres

9 September 2007
Setelah Rutin Disuntik, Menyangka Hepatitis Sudah Beres
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (15)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA menerima kehadiran virus hepatitis B di liver saya sebagai takdir. Kalau kemudian berkembang menjadi sirosis dan kanker, itu sebagai sunnatullah-Nya -sudah seharusnya begitu. Jangan harap satu virus hepatitis B tidak akan menjadi sirosis. Dan, jangan ada harapan sirosis tidak akan jadi kanker. Tidak ada keajaiban di proses itu. Tidak ada mukjizat. Tinggal waktu saja yang berbeda. Proses perkembangan itu lama atau cepat.

Saturday, September 8, 2007

Tersenyum ketika Dioperasi seperti Menikmati Kemiskinan

8 September 2007
Tersenyum ketika Dioperasi seperti Menikmati Kemiskinan
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (14)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

JELASLAH bahwa karena kemiskinan dan kejumudan yang melatarbelakangi, saya menderita sakit liver. Apakah saya menyesali dilahirkan di keluarga miskin? Sama sekali tidak. Kemiskinan kami adalah kemiskinan struktural. Kemiskinan yang juga dialami banyak orang di lingkungan saya. Bahkan hampir di semua kampung saya. Di kapupaten saya. Juga di negara saya. Kemiskinan rame-rame. Kami bisa menikmatinya bersama-sama.

Friday, September 7, 2007

Boleh Tak Mengaku, 25 Juta Orang Menghadapi seperti Saya

7 September 2007
Boleh Tak Mengaku, 25 Juta Orang Menghadapi seperti Saya
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (13)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

MENGAPA saya harus menjalani transplantasi liver?
“Karena sudah ada kanker di liver saya dan sudah mulai menyebar ke beberapa tempat meski semuanya masih di dalam liver.”

Thursday, September 6, 2007

Perawat Sekaligus Menjadi Polisi Penjaga Virus

6 September 2007
Perawat Sekaligus Menjadi Polisi Penjaga Virus
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (12)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KELUAR dari ICU tidak berarti merdeka. Justru harus lebih hati-hati. Ini karena ruang biasa tidak dilengkapi peralatan monitor yang serbaotomatis. Padahal, terlalu banyak kasus kegagalan transplantasi liver terjadi justru pada minggu pertama setelah keluar dari ICU. Yakni, ketika pasien terkena infeksi.

Wednesday, September 5, 2007

Mulai Berdiri, Bergurau soal Liver, Dimarahi Saudara di Desa

5 September 2007
Mulai Berdiri, Bergurau soal Liver, Dimarahi Saudara di Desa
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (11)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

JANGAN begini. Jangan begitu. Banyak sekali peringatan yang disampaikan kepada kami sebelum pertama saya turun dari tempat tidur. Itu hari kelima setelah operasi atau hari kedua setelah keluar dari ICU. Misalnya, jangan sampai langsung berdiri. Bisa tiba-tiba pusing dan jatuh.

Tuesday, September 4, 2007

Meski Keluar ICU, Jangan Anggap Sudah Merdeka

4 September 2007
Meski Keluar ICU, Jangan Anggap Sudah Merdeka
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (10)
Oleh:  Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SEPANJANG sore sampai malam (hari kedua di ICU), perut saya mulai merasa kembung. Sangat tidak enak. Oh, rupanya saya belum bisa buang air besar. Juga belum bisa buang angin. Ini saya sadari setelah beberapa kali perawat menanyakan soal yang kelihatannya sepele itu. Makanya perut seperti penuh sekali. Penuhnya bukan hanya di perut, tapi seperti sampai dada. Sepanjang malam saya tidak bisa tidur.