Friday, December 31, 2010

Tahun 2011, Tahun Cangkul Yang Dalam

31 Desember 2010
Tahun 2011, Tahun Cangkul Yang Dalam
Apa yang akan berubah di tahun 2011?

Akan banyak sekali. Salah satunya mengenai Rapat Direksi PLN. Akan ada lima orang setingkat Kepala Cabang yang diminta ikut Rapat Direksi setiap Selasa jam 07.00 sampai jam 10.00 itu. Berarti dalam sebulan akan ada 20 orang setingkat Kepala Cabang yang ikut merasakannya. Siapa mereka? Mereka bisa saja Kepala Cabang atau Kepala Sektor atau Manajer Proyek.

Thursday, December 30, 2010

Demam di Pegunungan Gayo

Kamis, 30 Desember 2010, 09:11:00
Demam di Pegunungan Gayo

Setahun sudah saya menjabat CEO PLN, pekan lalu. Kurang dari setahun semua provinsi di Indonesia sudah saya kunjungi. Banyak yang sudah saya kisahkan dalam CEO Noted, tapi beberapa di antaranya belum. Misalnya, kunjungan ke Aceh, Kalteng, Kalsel, Kalbar, Bangka, dan Bengkulu. Saya juga belum menulis kunjungan ke Jambi, Wakatobi, Tanimbar, Kolaka, dan Kendari.

Saturday, December 18, 2010

Damai di Tobelo, Padam di Ternate, Terjun Bebas di Ambon

Sabtu, 18 Desember 2010, 06:47:00
Damai di Tobelo, Padam di Ternate, Terjun Bebas di Ambon

BERANGKAT melakukan perjalanan ke Ternate, Tidore, Halmahera, Morotai, Ambon, dan Poso minggu lalu, perasaan saya kurang enak. Di Ternate, menurut info yang saya terima, kembali terjadi pemadaman bergilir. Memang tidak parah seperti dulu, tapi sangat mengganggu perasaan saya.

Thursday, December 16, 2010

PLN Tidak Mau Lagi Jadi Ban Belakang

16 Desember 2010
PLN Tidak Mau Lagi Jadi Ban Belakang

PACIFIC PLACE, 16 Desember 2010, Sekitar 5.000 manajer marketing memenuhi hall mewah terbesar di Jakarta itu. Mereka datang dari berbagai perusahaan dan berbagai kota. Inilah puncak pesta tahunan masyarakat marketing Indonesia yang paling bergengsi. Tepuk tangan bergemuruh ketika penobatan siapa saja yang tahun 2010 ini paling layak mendapat gelar sebagai “Tokoh Marketing Tahun Ini” (Marketer of the Year Indonesia 2010).

Wednesday, November 24, 2010

Tidak Ada Seribu Jalan ke Wamena

Rabu, 24 November 2010, 04:24:00
Tidak Ada Seribu Jalan ke Wamena (1)

DI ANTARA yang mahal-mahal itu, di manakah produksi listrik paling mahal se-Indonesia" Tanpa survei mengatakan: Wamena. Yakni ibu kota Kabupaten Jayawijaya di pegunungan tengah Papua. Ini karena listrik di Wamena dibangkitkan dengan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). Padahal, tidak ada jalan untuk mengangkut solar ke Wamena.

Friday, November 12, 2010

Mutiara yang Indah dan Keladi yang Enak Itu

12 November 2010
Mutiara yang Indah dan Keladi yang Enak Itu

Banyak yang mengirim SMS kepada saya menanyakan mengapa CEO’s Note yang baru tidak muncul-muncul. Sebulan terakhir ini intensitas saya berkunjung ke berbagai wilayah memang luar biasa: jalan darat dari palangkaraya ke Banjarmasin, jalan darat dari Pontianak ke dekat Singkawang, ke Jambi, ke palembang, Bangka, ke beberapa daerah di Jawa dan akhirnya ke kepulauan Tanimbar nun di laut Aru Tenggara. Lalu ke Kolaka dan jalan darat membelah kaki Sulawesi ke Kendari. Setelah itu masih ke Papua menyusuri pantai Kepala Burung: Sarong, singgah ke Fak-fak, bermalam di Kaimana, mampir di Manokwari dan akhirnya ke Jayapura.

Tuesday, October 26, 2010

Sehari Satu Juta Sambungan: untuk Apa?

Selasa, 26 Oktober 2010, 02:20:00
Sehari Satu Juta Sambungan: untuk Apa?

TIDAK ada lagi upacara bendera untuk memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) tahun 2010 yang akan jatuh pada Rabu besok. Direksi PLN sudah sepakat hari listrik yang jatuh pada 27 Oktober itu akan diberi makna yang lebih substansif: memberikan pelayanan kepada masyarakat secara nyata dan luas.

Thursday, October 21, 2010

Suara Tak Terucap dari Kelok Seribu

Kamis, 21 Oktober 2010, 09:12:00
Suara Tak Terucap dari Kelok Seribu
Ubah NTT Jadi Nusa Terang Terus


JALUR perjalanan saya kali ini saya namakan "jalur kelok seribu". Inilah jalur Ruteng-Maumere lewat Ende. Kalau Sumbar punya kelok sembilan nan mengular dan Sulteng punya jurang Kebun Kopi nan curam, Flores punya dua-duanya.

Monday, October 18, 2010

Nasib di Tangan Trafo

Senin, 18 Oktober 2010, 01:10:00
Nasib di Tangan Trafo

KETIKA dilantik sebagai direktur utama PLN pada 23 Desember 2009, saya menyadari sepenuhnya risiko ini: harus berhenti, mengundurkan diri atau diberhentikan, dalam waktu yang pendek. Mungkin satu bulan, dua bulan, tiga bulan, atau enam bulan. Nasib saya benar-benar di ujung tanduk. Di Jakarta ini, di pusat kekuasaan ini, listrik bisa saja tiba-tiba padam masal untuk wilayah yang amat luas dan untuk jangka waktu yang sangat panjang. Kalau itu terjadi, sudah bisa dibayangkan betapa marahnya orang se-Jakarta. Kejadian yang menimpa PLN pada akhir 2009 sangat mungkin menimpa saya dalam waktu sebelum satu tahun masa jabatan saya.

Thursday, October 7, 2010

Ketemu Manager Proyek yang Berkarakter

Kamis, 07 Oktober 2010, 01:11:00
Ketemu Manager Proyek yang Berkarakter
Menyusuri Sumatera Lewat Hollywood


SETELAH menelusuri Sulawesi, saya kembali melakukan perjalanan jauh. Dari Lampung terus ke utara. Bahkan sampai mendekati Hollywood dan bermalam di Bil Hotel di Kingstone.