Jawa Pos adalah Dahlan Iskan (5)
Bagaimana dalam 20 tahun satu koran kecil jadi dominan di Indonesia?
Oleh: MAX WANGKAR
Sumber: PANTAU, edisi Mei 2001
SEJAK lima tahun pertama, Jawa Pos sudah melebarkan sayap di luar Pulau
Jawa. Samola dengan membawa bendera Jawa Pos pergi ke kampungnya,
Manado, dan mencoba membuka koran Cahaya Siang. "Bikin koran, kok,
namanya Cahaya Siang," celetuk pemimpin redaksi Tempo Goenawan Mohamad.
Entah karena namanya atau sebab lain, usaha itu berantakan. Upaya Dahlan
untuk ke Samarinda bekerjasama dengan korannya yang dulu, juga ditolak
mentah-mentah. Dari pengalaman itu, Jawa Pos lebih berhati-hati
melakukan ekspansi bisnis media dan melirik bisnis nonmedia. Masuknya
Jawa Pos ke usaha nonmedia juga disebabkan lambatnya pertumbuhan bisnis
media. Asetnya sulit jadi besar. "Sebab, pabriknya adalah manusia.
Mesin-mesinnya yakni wartawan," kata Samola.