Wednesday, August 29, 2007

Sudah Tiga Jam Dimatikan, Belum Juga Di Garap

29 Agustus 2007
Sudah Tiga Jam Dimatikan, Belum Juga Di "Garap"
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (4)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

Ketika memasuki ruang operasi, saya tertegun. Ruangnya sangat bersih, kinclong (karena didominasi stainless steel), dan modern. Begitu masuk, yang terdengar adalah musik soft-rock berbahasa Mandarin yang lagi digemari anak muda sekarang.

Tuesday, August 28, 2007

Banyak Yang Doakan Panjang-Panjang, Saya Berdoa Pendek

28 Agustus 2007
Banyak Yang Doakan Panjang-Panjang, Saya Berdoa Pendek
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (3)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

PUKUL 12.00 Senin (6/8) siang itu saya sudah diminta melepas baju saya, pertanda waktu operasi sudah akan tiba. Diganti baju kertas biru muda. Kepala saya juga dipasangi topi kertas dengan warna yang sama. Saya pun sudah siap mental segera menuju ruang operasi di lantai 13.

Monday, August 27, 2007

Tiga Jam Jelang Operasi Masih Ditawari Take Over Koran

27 Agustus 2007
Tiga Jam Jelang Operasi Masih Ditawari "Take Over" Koran
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (2)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

Mudah-mudahan rencana operasi kali ini tidak gagal lagi. Yu Shi Gan Xian Sheng (nama saya di Tiongkok), besok mendapat giliran operasi. Itu kata seorang dokter di rumah sakit ini pada Minggu 5 Agustus 2007 kepada saya. Dia memakai istilah “mudah-mudahan tidak gagal lagi” karena memang sudah beberapa kali saya diberi tahu dapat giliran operasi, tapi selalu tertunda karena liver yang datang tidak cocok untuk mengganti liver saya.

Sunday, August 26, 2007

Harus Turun Mesin, karena Organ-Organ Saya Rusak Parah

26 Agustus 2007
Harus Turun Mesin, karena Organ-Organ Saya Rusak Parah
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (1)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

Pagi ini, hari ke-20 saya hidup dengan liver baru. Kelihatannya akan baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda kegagalan seperti yang dialami Cak Nur (Nurcholish Madjid, tokoh yang digadang-gadang menjadi salah satu calon presiden), yang menjalani transplantasi liver di Tiongkok pada 19 Juli 2004.

Tuesday, July 24, 2007

Guru Khusus Ajari Anak Kemasyarakatan

24 Juli 2007
Guru Khusus Ajari Anak Kemasyarakatan
Hidup Super si Superkaya (2-Habis)

CUKUP unik cara Dhirubhai Ambani menyiapkan anaknya, Mukhes Ambani, agar kelak di tahun 2000-an jadi salah satu di antara 20 orang terkaya dunia. Ketika Mukhes masih kecil, Dhirubhai tiap hari membuka halaman iklan mini di koran lokal Mumbai (d/h Bombay). Dia mengamati siapa saja yang hari itu ingin mencari pekerjaan sebagai guru. Suatu hari, Dharabhai memanggil beberapa pengiklan itu untuk dites. Dia ingin mencari seorang guru bagi anaknya. Untuk memberikan bimbingan di luar jam sekolah.

Monday, July 23, 2007

Bangun Istana Pribadi Tertinggi di Dunia

23 Juli 2007
Bangun Istana Pribadi Tertinggi di Dunia
Hidup Super si Superkaya (1)

BANYAK orang kerja kelewat keras untuk menjadi kaya. Setelah kaya, mau apa? Mukesh Ambani, orang terkaya di India saat ini, mau bikin rumah yang tertinggi di dunia. Umurnya baru 51 tahun, jadi -insya Allah- masih akan lama menikmati rumah idamannya itu.

Tuesday, June 26, 2007

Si Wanita Pedang yang Diserbu Jurus Serangan Pajak

26 Juni 2007
Si Wanita Pedang yang Diserbu Jurus Serangan Pajak
Sisi Susah Dua Perusahaan yang Sangat Sukses di Tiongkok (2)

Untuk memiliki rumah yang lagi ditawarkan di Shanghai ini, Anda harus punya uang sedikitnya Rp 40 miliar. Dan kalau itu satu-satunya uang Anda, maka ketika tinggal di rumah baru yang mewah itu nanti, Anda hanya akan bisa makan mi rebus seumur hidup Anda. Sebab, harga rumah yang ditawarkan tersebut Rp 39 miliar. Belum biaya lain-lain. Dari mana lagi Anda bisa membeli makanan yang lebih mahal daripada mi rebus?

Monday, June 25, 2007

Wahaha Berhenti Hahaha karena Partner Raksasa

25 Juni 2007
Wahaha Berhenti Hahaha karena Partner Raksasa
Sisi Susah Dua Perusahaan yang Sangat Sukses di Tiongkok (1)

Tiongkok,- Wahaha dalam bahasa Mandarin tidak ada artinya. Itu adalah suara anak-anak yang sedang tertawa terbahak-bahak. Kata itulah yang dipakai Zong Qinghou untuk merek minuman anak-anak, ketika pada 1980-an Zong mulai merintis usaha kecil-kecilan.

Saturday, June 9, 2007

Patung Mao seperti Menonton TV Layar Lebar

9 Juni 2007
Patung Mao seperti Menonton TV Layar Lebar
Berkelana ke Dandong, “Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (3)

Beda dengan kota perbatasan Tiongkok umumnya, Dandong tak punya ciri khas pengaruh dari negeri tetangganya. Ekonominya pun sepenuhnya mengandalkan dari domestik. Bukan dari hubungan lintas batas dengan Korut yang miskin.Sungai Yalu yang memisahkan kota Dandong (Tiongkok) dan Sinuiju (Korea Utara), sebenarnya panjang sekali: 210 kilometer. Tapi, hanya di dekat Dandong ini yang lebarnya sampai 900 meter. Mirip Sungai Mahakam di Samarinda. Atau Kapuas di Pontianak. Atau sungai Musi di Palembang. Atau Barito di Banjarmasin. Ya, segitulah lebarnya.

Friday, June 8, 2007

Sinuiju Tak Kunjung Berubah Jadi Shenzhen Kedua

08 Juni 2007
Sinuiju Tak Kunjung Berubah Jadi Shenzhen Kedua
Berkelana ke Dandong, “Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (2)

Hanya dipisahkan Sungai Yalu, perbedaan kota Dandong di Tiongkok dan Sinuiju di Korea Utara seperti bumi dan langit. Mengapa negeri yang dipimpin Kim Jong-il itu belum berhasil menerapkan komunisme tiga kaki seperti yang dilakukan Tiongkok?