Wednesday, September 26, 2007

Kini Ada Simbol Mercy di Perut Saya

September 26, 2007
Kini Ada Simbol Mercy di Perut Saya (Sebuah Penutup)
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (32-Habis)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

ADA kesan yang mendalam bahwa sakit saya yang parah kemarin-kemarin itu karena saya kerja terlalu keras. Seorang ibu sampai menasihati anaknya begini: Jangan kerja terus seperti itu. Nanti seperti Pak Dahlan Iskan!

Tuesday, September 25, 2007

Setelah Transplantasi, Kian Tidak Jelas Hitungan Umur Saya

September 25, 2007
Setelah Transplantasi, Kian Tidak Jelas Hitungan Umur Saya
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (31)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

UMUR berapakah saya sekarang?
Tepatnya saya tidak tahu. Apalagi setelah melakukan transplantasi liver ini.

Kakak sulung saya memang pernah mencatat tanggal kelahiran saya. Yakni di balik pintu lemari kayu yang kasar. Ditulis dengan kapur lunak, diambilkan dari kapur yang biasa dipakai nenek untuk makan sirih. Itu bukan lemari pakaian karena kami tidak perlu lemari untuk pakaian. Baju kami, sekeluarga, tidak lebih dari sepuluh. Cukup disangkut-sangkutkan di paku yang menancap di dinding. Juga karena kami tidak bisa beli lemari. Lemari yang ada itu bikinan bapak sendiri untuk menyimpan apa saja: kaleng bekas, piring seng untuk makan, cobek (mangkuk terbuat dari tanah), dan leper (tempat mengulek sambal, terbuat dari tanah), dan sebangsanya. Makanan juga disimpan di situ -kalau kebetulan ada.

Monday, September 24, 2007

Banyak Faktor Keberhasilan, tapi Jangan Buru-Buru Merasa Sehat

September 24, 2007
Banyak Faktor Keberhasilan, tapi Jangan Buru-Buru Merasa Sehat
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (30)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

MENGAPA operasi transplantasi liver saya berhasil? Setidaknya sampai hari ini? Faktor apa saja yang memengaruhinya?

Jawabnya dua macam: mau yang pendek atau yang panjang. Mau yang religius atau yang ilmiah. Kalau mau pendek dan tampak religius, jawabnya ini: semua itu berkat tangan Tuhan. Selesai. Tidak perlu lagi tambahan apa-apa. Siapa yang bisa membantahnya? Siapa yang berani mempersoalkannya? SMS yang masuk ke saya pun hampir semuanya bernada begitu. Mereka mengatakan semua ini karena Allah. Hanya satu-dua yang mengatakan, “Semua ini karena Allah dan kepintaran para dokternya.”

Sunday, September 23, 2007

Sering Kaget Disapa Wanita Modis dan Ceria dalam Lift

September 23, 2007
Sering Kaget Disapa Wanita Modis dan Ceria dalam Lift
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (29)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

DI masa menanti waktu pulang ini, saya kehilangan dua teman wanita yang paling saya akrabi. Keduanya tinggal di lantai yang sama. Satu dari Jepang, satunya lagi dari Harbin, Tiongkok. Saya sering sekali mengunjungi kamar masing-masing dan ngobrol berlama-lama. Terutama kalau istri saya pergi belanja. Apalagi mereka senasib: juga hepatitis, sirosis, dan kanker hati. Kami biasa saling curhat.

Saturday, September 22, 2007

Tunggu Pulang Diimunisasi Hepatitis B, Saingi Cucu

September 22, 2007
Tunggu Pulang Diimunisasi Hepatitis B, Saingi Cucu
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (28)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

TEPAT sebulan setelah transplantasi, dokter sudah mengizinkan saya pulang. Jadi, 6 September yang lalu sebenarnya saya sudah bisa kembali ke Indonesia. Tapi, tim saya, terutama Robert Lai, minta saya lebih bersabar. Tim Surabaya juga demikian. Bahkan, ada yang minta biar enam bulan baru pulang juga lebih baik. Dia tahu, kalau pulang, saya pasti langsung lupa diri. “Kalau selama ini sudah sabar enam bulan, mengapa tambah dua bulan lagi tidak kuat?” tambah Ir Budiyanto, perancang Gedung Jatim Expo dan Rumah Cepat Tsunami Aceh, ketika menjenguk saya.

Friday, September 21, 2007

Liver Ganti, Khawatir Berubah Tak Bisa Menulis Baik

September 21, 2007
Liver Ganti, Khawatir Berubah Tak Bisa Menulis Baik
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (27)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KARENA yang diganti ini adalah hati, apakah perasaan saya tidak berubah? Pertanyaan itu bahkan datang dari diri saya sendiri. Sejak sebelum dilakukan transplan sampai sesudahnya. Gara-garanya, literatur yang mengatakan bahwa banyak kasus si penerima organ akan mengalami perubahan.

Thursday, September 20, 2007

Transplantasi Berhasil, Istri Gembira karena Wajah Berubah

September 20, 2007
Transplantasi Berhasil, Istri Gembira karena Wajah Berubah
Pengalaman Pribadi menjalani Transplantasi Liver (26)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KALAU saja foto liver lama saya dimuat di koran tanpa penjelasan (foto-foto itu akan dimuat di edisi buku), setidaknya akan muncul tiga versi tanggapan. Orang di desa saya akan langsung mengatakan, “Pasti ini karena disantet”. Begitu jugalah dulu penilaian terhadap ibu saya. Juga terhadap kakak saya.

Wednesday, September 19, 2007

Prihatin atas Keprihatinan terhadap Wajah Hitam Saya

September 19, 2007
Prihatin atas Keprihatinan terhadap Wajah Hitam Saya
Pengalaman Pribadi menjalani Transplantasi Liver (25)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

“SAYA nanti juga akan meninggal dengan wajah hitam,” kata saya kepada istri saya. Saya ingin menyiapkan mental istri saya bagaimana harus menahan rasa malu. Terutama di mata keluarga dan teman-teman pengajiannya. Istri saya memang aktif di perkumpulan Pengajian Wanita Surabaya (Pengawas), satu perkumpulan yang amat besar dan aktif. “Saya nanti akan seperti Cak Nur,” tambah saya.

Tuesday, September 18, 2007

Istri Khawatir Saya Meninggal dengan Wajah Menghitam

September 18, 2007
Istri Khawatir Saya Meninggal dengan Wajah Menghitam
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (24)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA tidak berhasil menyembunyikan perubahan di wajah saya. Padahal, dua tahun lamanya saya berhasil menyembunyikan bengkaknya kaki. Juga bengkak di badan. Menyembunyikan membesarnya payudara. Yang tak kalah penting, saya berhasil menyembunyikan keloyoan fisik saya.

Monday, September 17, 2007

Datang Tawaran Liver Hidup dari Orang Muda asal Bandung

September 17, 2007
Datang Tawaran Liver Hidup dari Orang Muda asal Bandung
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (23)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA hampir kehilangan momentum. Kedatangan saya untuk antre transplantasi liver ini agak terlambat, meski belum fatal. Sebulan setelah saya menunggu, keluar peraturan baru: tidak gampang lagi pasien asing mendapatkan donor. Tapi, mestinya, saya belum terkena peraturan itu karena saya sudah mendaftar sebelum itu.

Sunday, September 16, 2007

Ingin Naikkan Albumin, Berburu Banyak Ikan Kutuk

September 16, 2007
Ingin Naikkan Albumin, Berburu Banyak Ikan Kutuk
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (22)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SETELAH hati mantap melakukan transplantasi, barulah saya menentukan langkah. Ada tiga yang harus dipertimbangkan. Kehebatan dokter, kesediaan donor, dan ketepatan rumah sakitnya. Dari situ baru kami tentukan tempatnya. Tiga faktor itu saya sebut sebagai “persyaratan mutlak”. Lalu masih ada sejumlah “persyaratan keinginan”. Misalnya, kedekatan dengan Indonesia, kedekatan budaya, dan kedekatan bahasa.

Saturday, September 15, 2007

Yang Pro dan Yang Anti-Transplan Bertinju Sengit dalam Pikiran

September 15, 2007
Yang Pro dan Yang Anti-Transplan Bertinju Sengit dalam Pikiran
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (21)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KALAU saja saya dulu peduli sedikit dengan badan saya, sebenarnya masih ada jalan agar terhindar dari transplantasi. Juga terhindar dari potong-limpa. Katakanlah suntikan interveron yang saya jalani sampai 70 kali (setiap dua hari sekali) itu tidak berhasil “memingsankan” virus hepatitis B saya, tapi belakangan sebenarnya keluar obat baru yang harus diminum tiap hari. Agar virus yang tidak mungkin lagi dikeluarkan dari liver itu “tidur nyenyak” saja di dalam liver. “Bangun”-nya virus hepatitis B akan langsung menyerang liver hingga kelak jadi sirosis.

Friday, September 14, 2007

Baru Tahu Mengapa Dokter Singapura Pilih Potong Limpa Saya

September 14, 2007
Baru Tahu Mengapa Dokter Singapura Pilih Potong Limpa Saya
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (20)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

ANCAMAN infeksi yang serius setelah pemotongan (embolisasi) limpa, memang tidak dianggap enteng oleh Prof Shao. Apalagi, suhu badan saya, pada hari-hari pertama, naik sangat tinggi: lebih dari 38 derajat Celsius. Tapi, semua bisa diatasi. Seminggu kemudian, suhu badan saya kembali normal dan stabil. Rasa sakit setelah pemotongan itu lebih hebat daripada transplantasi liver. Juga lebih lama: seminggu penuh.

Thursday, September 13, 2007

Waktunya Tiba, ketika Menggigit Pisang Berlumur Darah

September 13, 2007
Waktunya Tiba, ketika Menggigit Pisang Berlumur Darah
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (19)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SETUJUKAH dokter Singapura dengan pendapat Prof Shao dari Tianjin, Tiongkok, tentang rencana pemotongan limpa saya?

“Kalau tujuannya untuk menaikkan platelet, memang OK,” katanya. Dia juga setuju kalau sampai platelet turun terus, ketahanan tubuh saya kian habis dan saya akan mengalami perdarahan dari setiap lubang yang saya miliki. Ini juga sama dengan penjelasan Prof Shao. Waktu itu saya juga tanya ke Prof Shao: Pada angka berapa perdarahan itu akan terjadi? Katakanlah platelet saya (yang seharusnya minimal 150) sekarang tinggal 60. Dan masih akan turun terus.

Wednesday, September 12, 2007

Dokter Menegur Iba, Ingat Nasib Ayahnya yang Redaktur

September 12, 2007
Dokter Menegur Iba, Ingat Nasib Ayahnya yang Redaktur
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (18)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

BUKAN. Bukan bodoh. Semua penjelasan Prof Shao mengenai bahayanya penyakit saya, saya mengerti sepenuhnya. Terang-benderang penjelasannya. Saya pasti tidak bodoh. Hanya saya sadari, saya agak ndablek. Dan dia tahu perilaku saya itu. Dia tahu keras kepala saya, sembrono saya.

Tuesday, September 11, 2007

Dokter Mengetuk Dada, Timbul Bunyi seperti Tong Kosong

September 11, 2007
Dokter Mengetuk Dada, Timbul Bunyi seperti Tong Kosong
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (17)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA pernah membenci kaus kaki. Setiap pulang dari bepergian, selalu saja kaki saya seperti balon panjang yang ditiup tidak sempurna. Besar atas bawahnya, dekok di tengahnya. Ini terjadi karena karet di kaus kaki tersebut menekan kaki saya. Karena yang dijepit adalah daging kaki yang bengkak, maka tidak gampang baliknya.

Monday, September 10, 2007

Esofagus Ditambal atau Bilang Saja Pencernaan Dilaminating

September 10, 2007
Esofagus Ditambal atau Bilang Saja Pencernaan Dilaminating
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (16)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KETIKA kartu suara pemilihan wali kota Surabaya dihitung, dokter RS Darmo Surabaya juga mulai melihat dari mana asal darah yang saya muntahkan. Saya dibius. Tenggorokan saya dimasuki alat yang ujungnya berkamera superkecil. Tindakan ini dalam istilah kedokteran disebut dengan endoskopi. Yang mengendoskopi saya ketika di RS Darmo Surabaya saat itu adalah dr Pangestu Adi SpPD-KGEH, yang sudah sangat ahli dan senior di bidang itu.

Sunday, September 9, 2007

Setelah Rutin Disuntik, Menyangka Hepatitis Sudah Beres

9 September 2007
Setelah Rutin Disuntik, Menyangka Hepatitis Sudah Beres
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (15)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA menerima kehadiran virus hepatitis B di liver saya sebagai takdir. Kalau kemudian berkembang menjadi sirosis dan kanker, itu sebagai sunnatullah-Nya -sudah seharusnya begitu. Jangan harap satu virus hepatitis B tidak akan menjadi sirosis. Dan, jangan ada harapan sirosis tidak akan jadi kanker. Tidak ada keajaiban di proses itu. Tidak ada mukjizat. Tinggal waktu saja yang berbeda. Proses perkembangan itu lama atau cepat.

Saturday, September 8, 2007

Tersenyum ketika Dioperasi seperti Menikmati Kemiskinan

8 September 2007
Tersenyum ketika Dioperasi seperti Menikmati Kemiskinan
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (14)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

JELASLAH bahwa karena kemiskinan dan kejumudan yang melatarbelakangi, saya menderita sakit liver. Apakah saya menyesali dilahirkan di keluarga miskin? Sama sekali tidak. Kemiskinan kami adalah kemiskinan struktural. Kemiskinan yang juga dialami banyak orang di lingkungan saya. Bahkan hampir di semua kampung saya. Di kapupaten saya. Juga di negara saya. Kemiskinan rame-rame. Kami bisa menikmatinya bersama-sama.

Friday, September 7, 2007

Boleh Tak Mengaku, 25 Juta Orang Menghadapi seperti Saya

7 September 2007
Boleh Tak Mengaku, 25 Juta Orang Menghadapi seperti Saya
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (13)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

MENGAPA saya harus menjalani transplantasi liver?
“Karena sudah ada kanker di liver saya dan sudah mulai menyebar ke beberapa tempat meski semuanya masih di dalam liver.”

Thursday, September 6, 2007

Perawat Sekaligus Menjadi Polisi Penjaga Virus

6 September 2007
Perawat Sekaligus Menjadi Polisi Penjaga Virus
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (12)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KELUAR dari ICU tidak berarti merdeka. Justru harus lebih hati-hati. Ini karena ruang biasa tidak dilengkapi peralatan monitor yang serbaotomatis. Padahal, terlalu banyak kasus kegagalan transplantasi liver terjadi justru pada minggu pertama setelah keluar dari ICU. Yakni, ketika pasien terkena infeksi.

Wednesday, September 5, 2007

Mulai Berdiri, Bergurau soal Liver, Dimarahi Saudara di Desa

5 September 2007
Mulai Berdiri, Bergurau soal Liver, Dimarahi Saudara di Desa
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (11)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

JANGAN begini. Jangan begitu. Banyak sekali peringatan yang disampaikan kepada kami sebelum pertama saya turun dari tempat tidur. Itu hari kelima setelah operasi atau hari kedua setelah keluar dari ICU. Misalnya, jangan sampai langsung berdiri. Bisa tiba-tiba pusing dan jatuh.

Tuesday, September 4, 2007

Meski Keluar ICU, Jangan Anggap Sudah Merdeka

4 September 2007
Meski Keluar ICU, Jangan Anggap Sudah Merdeka
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (10)
Oleh:  Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SEPANJANG sore sampai malam (hari kedua di ICU), perut saya mulai merasa kembung. Sangat tidak enak. Oh, rupanya saya belum bisa buang air besar. Juga belum bisa buang angin. Ini saya sadari setelah beberapa kali perawat menanyakan soal yang kelihatannya sepele itu. Makanya perut seperti penuh sekali. Penuhnya bukan hanya di perut, tapi seperti sampai dada. Sepanjang malam saya tidak bisa tidur.

Monday, September 3, 2007

Kesadaran Pulih, tapi Saya Tak Mampu Sujud Syukur

3 September 2007
Kesadaran Pulih, tapi Saya Tak Mampu Sujud Syukur
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (9)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SAYA memperoleh kesadaran penuh pada malam kedua di ICU. Di tengah malam yang sepi itu, tiba-tiba pikiran saya jernih sekali. Suara tat-tit-tat-tit mesin yang memonitor organ-organ tubuh saya terdengar kian jelas. “Saya benar-benar masih hidup,” kata hati saya. “Alhamdulillah. Puji Tuhan,” batin saya lagi.

Sunday, September 2, 2007

Sempat Berpikir Lebih Baik Mati daripada Melanjutkan Kemo

2 September 2007
Sempat Berpikir Lebih Baik Mati daripada Melanjutkan Kemo
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (8)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

KALAU saya sangat tahan menerima penderitaan selama di ICU, bukan saya jagoan dalam menerima rasa sakit. Bukan. Saya pernah mengalami rasa sakit sampai tidak tahan lagi menanggungkannya. Saya pernah mengalami rasa sakit yang “sampai nggak bisa dirasakan”. Yakni, ketika setahun lalu harus menjalani kemoterapi. Waktu itu diketahui (lewat scanner) bahwa di liver saya sudah ada kankernya. Lalu kanker itu dicoba dibunuh dengan cara di-TACE. Lalu dikemo. (Kelak akan saya jelaskan apa itu di-TACE).

Saturday, September 1, 2007

Tahan Tak Bergerak 24 Jam di ICU karena Terbiasa 12 Jam di Jawa Pos

1 September 2007
Tahan Tak Bergerak 24 Jam di ICU karena Terbiasa 12 Jam di Jawa Pos
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (7)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

SATU jam setelah sadar, saya melihat anak lelaki dan istri saya mendekat. Oh, ini jam besuk ke ICU. Memang hanya dua orang dari pihak keluarga yang boleh masuk ICU. Kecuali orang asing yang memerlukan penerjemah, maka ditambah satu penerjemah.

Friday, August 31, 2007

Begitu Sadar, Teriak Saya Hidup, tapi Tak Terucap

31 Agustus 2007
Begitu Sadar, Teriak "Saya Hidup", tapi Tak Terucap
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (6)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

Begitu Sadar, Teriak “Saya Hidup”, tapi Tak Terucap. Suasana orang yang lagi mau siuman selalu saja begini: Mula-mula terdengar dulu pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar kita. Tapi, mata tidak mau membuka. Seperti orang yang ngantuknya luar biasa. Apalagi seperti saya, yang baru saja dibius selama 18 jam. Suara-suara itu tambah lama tambah jelas. Ingin sekali mata melihat siapa saja yang bersuara itu, tapi tetap saja tidak punya kemampuan membuka kelopak mata sendiri.

Thursday, August 30, 2007

Tunggu Operasi, Suasana seperti Siaran Langsung Sepak Bola

30 Agustus 2007
Tunggu Operasi, Suasana seperti Siaran Langsung Sepak Bola
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (5)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

Setelah diberi tahu bahwa liver yang akan dipasangkan di dalam tubuh saya ternyata baru akan tiba sekitar pukul 17.00, Robert Lai terperangah. “Tiwas kita sudah tegang selama tiga jam. Ternyata belum diapa-apakan,” katanya. Robert lantas menerjemahkan informasi dalam bahasa Mandarin itu kepada istri dan anak saya.

Wednesday, August 29, 2007

Sudah Tiga Jam Dimatikan, Belum Juga Di Garap

29 Agustus 2007
Sudah Tiga Jam Dimatikan, Belum Juga Di "Garap"
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (4)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

Ketika memasuki ruang operasi, saya tertegun. Ruangnya sangat bersih, kinclong (karena didominasi stainless steel), dan modern. Begitu masuk, yang terdengar adalah musik soft-rock berbahasa Mandarin yang lagi digemari anak muda sekarang.

Tuesday, August 28, 2007

Banyak Yang Doakan Panjang-Panjang, Saya Berdoa Pendek

28 Agustus 2007
Banyak Yang Doakan Panjang-Panjang, Saya Berdoa Pendek
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (3)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

PUKUL 12.00 Senin (6/8) siang itu saya sudah diminta melepas baju saya, pertanda waktu operasi sudah akan tiba. Diganti baju kertas biru muda. Kepala saya juga dipasangi topi kertas dengan warna yang sama. Saya pun sudah siap mental segera menuju ruang operasi di lantai 13.

Monday, August 27, 2007

Tiga Jam Jelang Operasi Masih Ditawari Take Over Koran

27 Agustus 2007
Tiga Jam Jelang Operasi Masih Ditawari "Take Over" Koran
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (2)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

Mudah-mudahan rencana operasi kali ini tidak gagal lagi. Yu Shi Gan Xian Sheng (nama saya di Tiongkok), besok mendapat giliran operasi. Itu kata seorang dokter di rumah sakit ini pada Minggu 5 Agustus 2007 kepada saya. Dia memakai istilah “mudah-mudahan tidak gagal lagi” karena memang sudah beberapa kali saya diberi tahu dapat giliran operasi, tapi selalu tertunda karena liver yang datang tidak cocok untuk mengganti liver saya.

Sunday, August 26, 2007

Harus Turun Mesin, karena Organ-Organ Saya Rusak Parah

26 Agustus 2007
Harus Turun Mesin, karena Organ-Organ Saya Rusak Parah
Pengalaman Pribadi Menjalani Transplantasi Liver (1)
Oleh: Dahlan Iskan iskan@jawapos.co.id

Pagi ini, hari ke-20 saya hidup dengan liver baru. Kelihatannya akan baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda kegagalan seperti yang dialami Cak Nur (Nurcholish Madjid, tokoh yang digadang-gadang menjadi salah satu calon presiden), yang menjalani transplantasi liver di Tiongkok pada 19 Juli 2004.

Tuesday, July 24, 2007

Guru Khusus Ajari Anak Kemasyarakatan

24 Juli 2007
Guru Khusus Ajari Anak Kemasyarakatan
Hidup Super si Superkaya (2-Habis)

CUKUP unik cara Dhirubhai Ambani menyiapkan anaknya, Mukhes Ambani, agar kelak di tahun 2000-an jadi salah satu di antara 20 orang terkaya dunia. Ketika Mukhes masih kecil, Dhirubhai tiap hari membuka halaman iklan mini di koran lokal Mumbai (d/h Bombay). Dia mengamati siapa saja yang hari itu ingin mencari pekerjaan sebagai guru. Suatu hari, Dharabhai memanggil beberapa pengiklan itu untuk dites. Dia ingin mencari seorang guru bagi anaknya. Untuk memberikan bimbingan di luar jam sekolah.

Monday, July 23, 2007

Bangun Istana Pribadi Tertinggi di Dunia

23 Juli 2007
Bangun Istana Pribadi Tertinggi di Dunia
Hidup Super si Superkaya (1)

BANYAK orang kerja kelewat keras untuk menjadi kaya. Setelah kaya, mau apa? Mukesh Ambani, orang terkaya di India saat ini, mau bikin rumah yang tertinggi di dunia. Umurnya baru 51 tahun, jadi -insya Allah- masih akan lama menikmati rumah idamannya itu.

Tuesday, June 26, 2007

Si Wanita Pedang yang Diserbu Jurus Serangan Pajak

26 Juni 2007
Si Wanita Pedang yang Diserbu Jurus Serangan Pajak
Sisi Susah Dua Perusahaan yang Sangat Sukses di Tiongkok (2)

Untuk memiliki rumah yang lagi ditawarkan di Shanghai ini, Anda harus punya uang sedikitnya Rp 40 miliar. Dan kalau itu satu-satunya uang Anda, maka ketika tinggal di rumah baru yang mewah itu nanti, Anda hanya akan bisa makan mi rebus seumur hidup Anda. Sebab, harga rumah yang ditawarkan tersebut Rp 39 miliar. Belum biaya lain-lain. Dari mana lagi Anda bisa membeli makanan yang lebih mahal daripada mi rebus?

Monday, June 25, 2007

Wahaha Berhenti Hahaha karena Partner Raksasa

25 Juni 2007
Wahaha Berhenti Hahaha karena Partner Raksasa
Sisi Susah Dua Perusahaan yang Sangat Sukses di Tiongkok (1)

Tiongkok,- Wahaha dalam bahasa Mandarin tidak ada artinya. Itu adalah suara anak-anak yang sedang tertawa terbahak-bahak. Kata itulah yang dipakai Zong Qinghou untuk merek minuman anak-anak, ketika pada 1980-an Zong mulai merintis usaha kecil-kecilan.

Saturday, June 9, 2007

Patung Mao seperti Menonton TV Layar Lebar

9 Juni 2007
Patung Mao seperti Menonton TV Layar Lebar
Berkelana ke Dandong, “Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (3)

Beda dengan kota perbatasan Tiongkok umumnya, Dandong tak punya ciri khas pengaruh dari negeri tetangganya. Ekonominya pun sepenuhnya mengandalkan dari domestik. Bukan dari hubungan lintas batas dengan Korut yang miskin.Sungai Yalu yang memisahkan kota Dandong (Tiongkok) dan Sinuiju (Korea Utara), sebenarnya panjang sekali: 210 kilometer. Tapi, hanya di dekat Dandong ini yang lebarnya sampai 900 meter. Mirip Sungai Mahakam di Samarinda. Atau Kapuas di Pontianak. Atau sungai Musi di Palembang. Atau Barito di Banjarmasin. Ya, segitulah lebarnya.

Friday, June 8, 2007

Sinuiju Tak Kunjung Berubah Jadi Shenzhen Kedua

08 Juni 2007
Sinuiju Tak Kunjung Berubah Jadi Shenzhen Kedua
Berkelana ke Dandong, “Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (2)

Hanya dipisahkan Sungai Yalu, perbedaan kota Dandong di Tiongkok dan Sinuiju di Korea Utara seperti bumi dan langit. Mengapa negeri yang dipimpin Kim Jong-il itu belum berhasil menerapkan komunisme tiga kaki seperti yang dilakukan Tiongkok?

Thursday, June 7, 2007

Naik Mobil Omprengan, Tak Pernah Nyalip dan Disalip

7 Juni 2007
Naik Mobil Omprengan, Tak Pernah Nyalip dan Disalip
Berkelana ke Dandong, ’’Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (1)

Jaringan jalan tol di Tiongkok sudah meluas sampai ke pelosok. Bahkan, untuk menuju ke kota di ujung timur yang berbatasan dengan Korea Utara, perjalanan darat lewat jalan bebas hambatan pun terasa nyaman.

Wednesday, June 6, 2007

Ketika Tak Ada Lagi Proyek Besar

06 Juni 2007
Ketika Tak Ada Lagi Proyek Besar
Catatan Dahlan Iskan untuk Penganugerahan Otonomi Award 7 Juni 2007 (2-Habis)

Tidak ada lagi proyek besar di daerah! Itulah salah satu temuan The Jawa Pos Institut of Pro-otonomi (JPIP) tahun ini. Saya kira ini satu kemajuan. Terutama setelah dilihat bahwa yang dimaksud proyek besar selama ini adalah proyek yang tidak ada hubungannya dengan perbaikan ekonomi daerah. Misalnya, proyek “Paris”-nya Kediri atau juga GOR-nya Magetan. Atau gedung perpustakaan Bung Karno di Kota Blitar yang menelan biaya sampai sekitar Rp 40 miliar. “Paris” penting. GOR penting. Gedung perpustakaan juga penting. Tapi, bukan sekarang waktunya. Apalagi, seperti perpustakaan itu, ternyata memang hanya gedungnya yang diperhatikan. Isinya tidak.

Tuesday, June 5, 2007

Birokrasi Tak Efisien, Parpol Ketinggalan Kereta

5 Juni 2007
Birokrasi Tak Efisien, Parpol Ketinggalan Kereta
Catatan Dahlan Iskan untuk Penganugerahan Otonomi Award 7 Juni 2007 (1)

Dulu kita membayangkan, setelah ada otonomi, orang daerah akan dengan penuh inisiatif memikirkan kemajuan daerah masing-masing. Pimpinan daerah menjadi sangat bergairah karena merasa tidak lagi terbelenggu oleh pusat. Masyarakat juga menjadi sangat cerdas ketika harus memilih pemimpin mereka.

Sunday, May 27, 2007

Dulu Dikenal karena Nama, Kini Terkenal karena Kaya

27 Mei 2007
Dulu Dikenal karena Nama, Kini Terkenal karena Kaya
Kisah Debu Menuju Kota Seratus Juta Yuan (2-Habis)

Tiongkok,- Bukan hanya debu yang mengembara dari Ningxia. Orang-orangnya juga “mengalir” ke mana-mana. Meski jumlah total orang Hui hanya sembilan juta, komunitasnya ada di kota mana pun di Tiongkok.

Saturday, May 26, 2007

Tertutup Lumpur, Kota Kaifeng Sekarang Lapis Tiga

26 Mei 2007
Tertutup Lumpur, Kota Kaifeng Sekarang Lapis Tiga
Kisah Debu Menuju Kota Seratus Juta Yuan (1)

Tiongkok,- Debu bisa terbang ke mana-mana, ikut pergi ke mana pun angin membawa. Debu juga bisa membawa perubahan, memberi makna di balik penderitaan.

Sunday, May 20, 2007

Partai Komunis Kalah Pamor oleh Partai Uang

20 Mei 2007
Partai Komunis Kalah Pamor oleh Partai Uang
Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok (4-Habis) 

Tiongkok siap bertarung pada ajang teknologi ramah lingkungan. Menteri ilmu pengetahuan dan teknologi yang baru, Wan Gang, menjadi andalan. Dia adalah menteri pertama yang bukan anggota partai komunis.

Saturday, May 19, 2007

Menunggu Pesawat Pribadi Boleh Berseliweran

19 Mei 2007
Menunggu Pesawat Pribadi Boleh Berseliweran
Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok (3)

Hindari pergi ke kawasan wisata utama Tiongkok di hari-hari libur panjang. Sebab, dengan penduduk di atas 1 miliar, bisa dipastikan tempat-tempat itu akan penuh sesak dengan turis domestik.

Friday, May 18, 2007

Pandai Mengincar Uang Gratis Rp 45 Triliun

18 Mei 2007
Pandai Mengincar Uang Gratis Rp 45 Triliun
Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok (2)

Pergi ke gurun sebaiknya jangan punya target waktu yang ketat. Meski sudah kaya Tiongkok masih kerja keras. Kita debat yang makin keras.

Wednesday, May 16, 2007

Hindari Keramaian, Melihat Perkebunan Angin di Tengah Gurun

16 Mei 2007
Hindari Keramaian, Melihat Perkebunan Angin di Tengah Gurun
Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok (1)

Tiongkok baru saja menjalani Libur Emas. Aktivitas menurun drastis, sehingga tinggal di kota bukanlah pilihan yang menarik. MENGISI Libur Emas, saya memilih pergi ke Ningxia, sebuah provinsi jauh di bagian barat Tiongkok. Tidak banyak alasan tinggal di kota, karena kegiatan menurun drastis selama libur panjang pada awal Mei tersebut.

Thursday, February 22, 2007

Percayalah, Pilot Lebih Tahu

22 Februari 2007
Percayalah, Pilot Lebih Tahu
Oleh: Dahlan Iskan

DAPAT dimaklumi kalau penumpang Adam Air yang mendarat tidak normal di Surabaya kemarin sore panik. Lalu masing-masing penumpang mengeluarkan cerita sendiri berdasarkan tingkat pengetahuan masing-masing. Misalnya, ada penumpang yang menelepon radio Suara Surabaya dengan nada jengkel karena ada keterangan dari pihak berwenang bahwa pesawat mendarat mulus.

Sunday, January 21, 2007

Kiat Menulis ala Dahlan Iskan

21 January 2007
Kiat Menulis ala Dahlan Iskan
Oleh Lambertus Hurek, Penggemar tulisan Dahlan Iskan

Di GRAHA PENA Surabaya, markas Grup JAWA POS, DAHLAN ISKAN lebih akrab disapa Pak Bos. Pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 ini memang bos Grup JAWA POS. Di masthead koran-koran di lingkungan Grup JAWA POS, jabatan resmi Dahlan Iskan adalah chairman. Memang, selain membesarkan JAWA POS (dan grupnya) dialah ‘roh’ Grup JAWA POS.